Gatanews.id || Lombok Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur H.,M juaeni menilai pertumbuhan ekonomi 7,83 persen pada Triwulan I tahun 2026 merupakan indikator arah kepemimpinan dan kebijakan pembangunan Bupati Lombok Timur mulai terimplementasi efektif di lapangan.
Angka 7,83 persen menjadikan Lombok Timur salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan tertinggi di Pulau Lombok.
“Pak Bupati sejak awal menekankan pembangunan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau mengarahkan agar seluruh perangkat daerah bekerja dalam satu orkestrasi pembangunan terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri. Arahan itu kemudian kita terjemahkan ke program dan kegiatan yang saling menguatkan,” kata Sekda, Senin (8/6/2026).
Menurut Sekda, salah satu indikator keberhasilan terlihat dari tingginya pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi yang mencapai 27,54 persen, tertinggi di antara seluruh lapangan usaha. Kondisi itu menunjukkan meningkatnya inklusi keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan dan lembaga keuangan formal.
“Kita melihat masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan, memanfaatkan rekening untuk transaksi ekonomi, menabung, menerima pembayaran dan mengembangkan usaha. Ini menunjukkan upaya memperluas akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan kerja sama perbankan mulai memberikan hasil nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sekda menilai pertumbuhan 7,83 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran fondasi pembangunan menuju masyarakat mandiri dan berdaya saing mulai terbentuk.
“Pertumbuhan ekonomi 7,83 persen ini menunjukkan arah pembangunan yang ditetapkan Bupati mulai terlihat hasilnya pada awal pemerintahan. Gagasan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan perlahan terurai dalam berbagai capaian nyata. Kita melihat pertumbuhan yang lebih terarah, lebih merata dan semakin inklusif,” ujarnya.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur memiliki karakter khas karena tidak ditopang tambang besar, Kawasan Ekonomi Khusus/KEK, maupun pusat industri berskala nasional.
“Kita tidak memiliki tambang emas, tidak memiliki KEK seperti Mandalika, tetapi kita memiliki kekuatan ekonomi rakyat yang luar biasa. Karena itu saya selalu menegaskan bahwa pertanian harus tetap menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi Lombok Timur. Ketika petani kuat, desa bergerak. Ketika desa bergerak, perdagangan tumbuh, daya beli meningkat dan ekonomi daerah ikut berkembang,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor produktif masyarakat, memperluas akses permodalan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pemerataan pembangunan agar manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum ini. Pertumbuhan ekonomi harus terus kita dorong agar tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” tutup Bupati.












