Gatanews|Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah di seluruh wilayah NTB. Kondisi sistem kelistrikan tetap stabil sehingga pelaksanaan ibadah dan aktivitas masyarakat berlangsung lancar.
Sebanyak 1.989 personel diterjunkan selama masa siaga Iduladha. Rinciannya, 877 petugas PLN dan 1.112 tenaga alih daya yang ditempatkan di berbagai titik prioritas seperti masjid, fasilitas publik, pusat keramaian, serta objek vital.
“Keberhasilan pengamanan sistem kelistrikan pada momentum Iduladha ini, merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel PLN di lapangan,” ujar General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, Rabu (27/5/2026), di Mataram.
Untuk memperkuat keandalan sistem, PLN juga menyiapkan 20 unit UPS, 22 Unit Gardu Bergerak, 2 Unit Kabel Bergerak, serta 90 genset. Peralatan tersebut disiagakan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama perayaan berlangsung.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB agar seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar,” kata Sri Heny.
Dukungan armada operasional juga diperkuat melalui 208 mobil dan 118 sepeda motor yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN NTB. Armada ini mendukung percepatan pemantauan jaringan dan penanganan teknis di lapangan.
Di sektor kendaraan listrik, PLN memastikan 50 unit SPKLU siap melayani masyarakat selama periode Iduladha. Kesiapan ini sekaligus mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan di wilayah NTB.
Selama masa siaga, pemantauan sistem dilakukan secara intensif melalui posko yang beroperasi penuh. Koordinasi antarpersonel dan unit layanan terus berjalan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat.
“Keandalan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat pada momen keagamaan. Karena itu kami terus memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan sistem pengamanan secara menyeluruh,” tutup Sri Heny.(djr)








