Polsek Pringgasela Monitoring Kasus Keracunan MBG, Korban Bertambah Jadi 51 Orang

Lombok Timur || Gatanews.id Kapolsek pringgasela bersama  Kanit intelkam (IK) dan personel Banit IK melaksanakan kegiatan monitoring pasca kejadian dugaan keracunan yang menimpa siswa-siswi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur SPPG Lombok Timur (Lotim) di wilayah Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 08.30 WITA, yang bertempat di Puskesmas (PKM) Pengadangan, Desa Pengadangan, Kabupaten Lombok Timur. 

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi para korban serta perkembangan penanganan medis pasca insiden. 

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang semula tercatat sebanyak 35 orang mengalami peningkatan menjadi 51 orang. 

Para korban terdiri dari siswa-siswi dari berbagai sekolah serta masyarakat umum dan wali murid.

Dari total korban tersebut, sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi. 

Namun, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di PKM Pengadangan. Hingga Sabtu pagi pukul 09.00 WITA, tercatat sebanyak 7 orang masih menjalani rawat inap, yang terdiri dari 5 siswa, 1 masyarakat umum, serta 1 wali murid dalam kondisi hamil.

Diketahui identitas  pasien rawat inap yakni  satu siswa dari SDN 4 Jurit atas nama Maulidia, empat siswa dari SDN 1 Jurit yaitu Maira Liatinoktafiani, Bq. Fadila Aprilia Ulfa, Febrianto, dan Silvia Agustina. 

Selain itu, satu warga umum atas nama Fitri Nur Azizah serta seorang wali murid, Riana (ibu hamil), juga masih dalam penanganan medis intensif.

Sementara itu, penambahan korban pada hari yang sama tercatat sebanyak 16 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan observasi, sedangkan 5 siswa lainnya masih dirawat inap di PKM Pengadangan.

Petugas kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak tenaga kesehatan dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal serta melakukan pemantauan lanjutan terhadap kondisi para korban.

Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali, sementara penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *