DPRD Palembang Reses di Perumda Tirta Musi, Siapkan Aplikasi Pengaduan Pelanggan Berbasis Digital

Gatanews.id. Palembang, –Reses Daerah Pemilihan (Dapil) I DPRD Kota Palembang masa persidangan II digelar di Kantor Perumda Tirta Musi, Jalan Rambutan, Jumat (24 April 2026).

Direktur Perumda Tirta Musi, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, menyampaikan bahwa kunjungan DPRD Kota Palembang tersebut membahas rencana peluncuran aplikasi layanan berbasis digital guna memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pengaduan.

“Insya Allah aplikasi ini akan diluncurkan pada bulan Mei mendatang. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi repot untuk menyampaikan keluhan,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut nantinya dapat diunduh melalui Play Store. Pelanggan cukup memasukkan alamat, foto lokasi, serta titik koordinat, sehingga laporan dapat langsung diterima dan dipantau oleh tim Perumda Tirta Musi.

“Setiap keluhan akan terpantau secara langsung. Ketika tim melakukan survei di lapangan, semua proses bisa dipantau melalui genggaman tangan,” jelasnya.

Namun demikian, untuk penamaan aplikasi masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang dan pihak terkait lainnya sebelum resmi dirilis ke publik.

Teddy juga mengimbau masyarakat Kota Palembang, khususnya pelanggan Perumda Tirta Musi, untuk tetap bersabar terhadap berbagai kendala layanan yang mungkin terjadi. Ia memastikan seluruh keluhan akan ditindaklanjuti sesuai dengan tingkat prioritasnya.

“Kami akan merespons setiap keluhan secara maksimal. Namun, keterbatasan sarana, prasarana, dan SDM menjadi tantangan tersendiri.

Ada kategori keluhan ringan, sedang, hingga berat. Untuk yang ringan, kami upayakan segera ditangani tanpa harus menunggu berhari-hari,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan identifikasi terhadap praktik pencurian air. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan, terutama karena pelanggaran kerap terjadi di luar meteran pelanggan.

“Kadang pencurian air tidak terjadi di meteran, melainkan dengan cara memotong pipa di tengah. Ini membutuhkan penanganan yang lebih kompleks dan melibatkan berbagai pihak,” pungkasnya.(Yuli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *