Gatanews|Mataram – Sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat tampil prima selama Idulfitri 1447 Hijriah, membuat PLN UIW NTB mendapat apresiasi, atas layanan listrik yang tetap stabil di tengah lonjakan aktivitas masyarakat. Apresiasi terhadap kinerja PLN disampaikan Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin.
“Keandalan kelistrikan di NTB selama Idulfitri 1447 H kami rasakan sangat baik, tanpa gangguan berarti maupun pemadaman. Ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah. Ke depan, kami berharap kinerja ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, melalui kolaborasi yang kuat antara PLN dan Pemerintah Provinsi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur seperti SPKLU, penguatan energi baru terbarukan, serta mendukung target Net Zero Emission 2050 dan pengembangan sistem interkoneksi menuju Super Grid Bali–NTB–NTT,” ungkapnya, Jumat (27/3/2026).
Dikonfirmasi terpisah, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan jika kondisi tersebut terlihat dari pasokan listrik, yang tetap terjaga sepanjang momen Lebaran.
“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri,” ujar Sri Heny Purwanti.
Dikatakan, secara nasional, beban puncak listrik saat Idulfitri 2026 mencapai 34,77 GW, dengan daya mampu pasok 51,37 GW sehingga cadangan daya tetap terjaga.
“Kondisi ini menunjukkan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik saat hari besar,” kata Sri Heny.
Di NTB, lanjutnya, sistem Lombok mencatat beban saat Salat Id mencapai 326 MW, dengan daya mampu 380 MW serta cadangan 54 MW. Sementara sistem Tambora mencatat beban puncak 139 MW, dengan daya mampu 188 MW dan cadangan 49 MW.
“Cadangan daya ini memberi ruang aman untuk menjaga stabilitas listrik di seluruh wilayah,” sebutnya.
Sri Heny menegaskan, PLN menjaga keandalan listrik di ribuan lokasi prioritas seperti tempat ibadah, fasilitas transportasi, hingga pusat keramaian.
“Kami memastikan seluruh lokasi prioritas terpantau aman tanpa gangguan berarti selama periode siaga,” tegas Sri Heny.
Kesiapan tersebut diperkuat dengan pengerahan personel serta pengamanan berlapis pada infrastruktur kelistrikan.
“Seluruh personel siaga penuh untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan di lapangan,” tuturnya.
Ia menandaskan jika sinergi antara PLN dan pemerintah daerah terus diperkuat, untuk menjaga stabilitas energi di NTB. “Kolaborasi menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Sri Heny.
PLN menegaskan komitmen menjaga keandalan listrik untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Dengan sistem kelistrikan yang andal dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya selama Idulfitri tetapi juga dalam mendukung aktivitas sehari-hari dan pembangunan daerah,” tutup Sri Heny.(djr)










