TANA TORAJA.Tim sepak takraw Tana Toraja membungkam keraguan dengan menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pra Porprov. Cabang olahraga (cabor) yang sempat diremehkan ini berhasil membuktikan eksistensinya dengan meraih juara 2 untuk kategori putra dan putri pada double event, sekaligus mengamankan tiket ke Porprov Wajo-Bone 2026.

Pencapaian ini menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang sebelumnya meragukan kontribusi cabor sepak takraw. Sebelum kompetisi berlangsung, beredar narasi dari oknum KONI Tana Toraja yang cenderung meremehkan cabor ini dengan pernyataan bahwa “mereka hanya menghabiskan anggaran.”
Pernyataan meremehkan tersebut kini terbantahkan dengan bukti nyata di lapangan. Alih-alih menghabiskan anggaran tanpa hasil, tim sepak takraw Tana Toraja justru memberikan sumbangsih emas bagi daerah dengan meraih dua medali perak sekaligus dalam satu ajang bergengsi.
Prestasi Gemilang di Double Event
Keberhasilan meraih juara 2 untuk kategori putra dan putri secara bersamaan menunjukkan konsistensi dan kualitas pembinaan yang dilakukan. Double event ini menjadi ajang pembuktian bahwa investasi yang diberikan kepada cabor sepak takraw tidaklah sia-sia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kami tidak main-main. Kerja keras atlet dan pelatih membuahkan hasil yang membanggakan,” ujar salah seorang pengurus tim sepak takraw Tana Toraja”Semuel Petrus S. Pd. ”
Lolos ke Porprov Wajo-Bone 2026
Dengan pencapaian sebagai runner-up di ajang Pra Porprov, tim sepak takraw Tana Toraja secara otomatis mendapatkan tiket emas untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan yang akan digelar di Wajo-Bone pada tahun 2026.
Lolosnya tim ke Porprov menjadi momentum penting untuk terus mengasah kemampuan dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi. Para atlet kini memiliki waktu persiapan yang cukup untuk mengoptimalkan potensi mereka.
Respons terhadap Stigma Negatif
Prestasi ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk tidak meremehkan cabang olahraga apapun. Setiap cabor memiliki potensi dan peluang untuk mengharumkan nama daerah jika diberikan dukungan yang memadai.
“Kami berharap stigma negatif terhadap cabor tertentu bisa hilang. Semua cabor berhak mendapat dukungan yang sama. Buktinya, kami bisa berprestasi dan membawa nama baik Tana Toraja,” tegas salah satu atlet.(Anjar)
Keberhasilan tim sepak takraw Tana Toraja ini juga diharapkan dapat membuka mata para pemangku kepijakan untuk lebih bijak dalam memberikan dukungan dan tidak sembarangan melontarkan pernyataan yang meremehkan.
Harapan ke Depan
Dengan modal prestasi di Pra Porprov, tim sepak takraw Tana Toraja optimis dapat meraih hasil yang lebih baik di ajang Porprov 2026 mendatang. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, KONI, dan masyarakat sangat diharapkan untuk memaksimalkan persiapan.
“Kami membuktikan bahwa anggaran yang diberikan tidak habis sia-sia. Kami persembahkan medali untuk Tana Toraja. Semoga dukungan terus mengalir agar kami bisa berbuat lebih baik lagi di Porprov nanti,” pungkas ketua Arpen.
Prestasi tim sepak takraw Tana Toraja menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, setiap cabang olahraga memiliki kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional.










