Radda, Baebunta – Selasa (14/10/2025), Tim 1 Monitoring Musrenbangdes Kec. Baebunta memantau pelaksanaan kegiatan Pembahasan dan Penetapan RKP 2026 dan DU-RKP Tahun 2027 Desa Radda Kec. Baebunta bertempat di Aula Kantor Desa Radda.

Kegiatan Pembahasan dan Penetapan RKP 2026 dan DU-RKP Tahun 2027 Desa Radda dihadiri langsung Camat Baebunta, Tim 1 Monitoring Musrenbangdes Kec. Baebunta, Kepala Desa Radda, Sekretaris Desa beserta seluruh perangkat desa, PPL Desa Radda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Kepala Dusun, Ketua TP-PKK Desa Radda, Kepala UPT TK dan SD se-Desa Radda, Kader dan Bidan Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta perwakilan masyarakat yang bermukim di Huntap.
Camat Baebunta Mursalim, S.IP., M.TR.AP., dalam sambutan membuka kegiatan Musrenbangdes menyampaikan bahwa, pasca banjir bandang Desa Radda sangat membutuhkan pembenahan infrastruktur baik jalan maupun kawasan pemukiman warga terdampak. Mursalim berharap program pemerintah melalui program 3 juta rumah tidak disia-siakan oleh pemerintah desa Radda. “Perbaiki data, lakukan validasi di lapangan, agar ketika program ini berjalan, warga yang betul-belul layak dan membutuhkan program ini bisa terdata” ucap Mursalim.
Selain itu Mursalim menyampaikan terkait kerjasama dengan Polres Luwu Utara melalui Program Ketahanan Pangan dan mengaktifan kembali Satlinmas di Desa. Selain bertujuan membina dan memelihara ketertiban di masyarakat, mendeteksi awal potensi-potensi konflik dan ketidaknyamanan di lingkungan masyarakat, satlinmas juga dapat membantu dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pelaksanaan program membutuhkan sinergi dan kerjasama antara perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Desa.
Di akhir sambutan Mursalim menyampaikan bahwa Pasca banjir bandang, kondisi infrastruktur jalan, jembatan, drainase, bahkan beberapa kondisi bangunan khususnya di Desa Radda banyak yang tidak lagi tertata, termasuk munculnya beberapa lapak dadakan yang berjualan di sepanjang bahu jalan disekitar jembatan Radda. Selain mengganggu fungsi jalan utama poros Provinsi, kondisi pedagang yang tidak tertata juga menambah kesan kumuh kawasan tersebut. Pemerintah hadir untuk mengatur dan menata kondisi tersebut, sehingga Pemerintah desa melalui BUMDes diharapkan dapat menata kembali kawasan tersebut.
Kepala Desa Radda, Burhanuddin berharap agar Kepala Dusun memasukkan usulan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan di masyarakat. Penyusunan program kegiatan tetap memperhatikan kemampuan penganggaran melalui dana desa. Pembahasan ini juga diharapkan dapat memilah kegiatan yang akan dianggarkan melalui Dana Desa, serta program kegiatan mana yang akan diusulkan melalui APBD maupun APBN. Di akhir sambutannya Burhanuddin mengingatkan kepada Kepala Dusun selaku kolektor PBB, agar dapat bekerja maksimal untuk percepatan pelunasan PBB di masing-masing dusun. (adm)










