Gatanews.id, Lombok Tengah | Diduga mengalami depresi karena istri meninggal dunia, seorang pria paro baya di Desa Pendem Kecamatan Janapria Lombok Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/04) di rumah korban. Korban ditemukan keluarga sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung.
“Dari hasil olah TKP oleh kepolisian, gantung diri yang menyebabkan meninggal dunia tersebut dugaan sementara karena korban depresi atas istrinya yang meninggal dunia,” kata Kapolres Lombok Tengah, melalui Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Lombok Tengah Ipda Ramdan, SH.
Korban gantung diri atas nama Amaq Sawal (75) warga Dusun Penutut Desa Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.
Ramdan mengatakan bahwa saksi yang merupakan keluarga korban curiga korban tidak berada dirumah anak korban. Kemudian saksi bersama tetangga korban datang ke rumah korban yang dalam keadaan terkunci.
“Saksi kemudian membuka rumah korban dengan cara mendobrak pintu korban,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon warna putih disalah satu kamar.
Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik sajam maupun bekas benda tumpul pada tubuh korban.
Dikatakan Ramdan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dengan alasan bahwa sebelumnya korban sudah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali dengan cara minum Baygon, namun berhasil di bawa ke puskesmas.
“Pihak keluarga sudah menyadari bahwa korban dalam kondisi depresi dan tiga kali melakukan percobaan bunuh diri, makanya menolak untuk dilakukan otopsi,” jelasnya. (gii)












