Gatanews.id, Lombok Tengah – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan debat Calon Presiden (Capres) untuk ketiga kalinya yang berlangsung pada Minggu (07/01/2024).
Debat ketiga ini mengangkat tema ‘pertahanan, globalisasi, geopolitik dan politik luar negeri’.
Mengomentari debat ketiga tersebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (Ketum PKN) Anas Urbaningrum mengatakan secara umum debat kandidat untuk Pilpres sudah cukup bagus.
“Menurut saya debat kemarin sudah cukup bagus, tetapi masih ada cara yang lebih. Pertama durasinya ditambah biar perdebatannya dan pembahasannya makin dalam,” saran Mas Anas sapaan akrabnya saat ditemui di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Sabtu (13/01/2024).
Selain itu lanjut Anas, panelis yang terlibat bukan hanya menjadi panelis, bukan hanya menyiapkan pertanyaan dan hadir mengambil undian tetapi panelis dilibatkan di dalam perdebatan.
Sehingga tanya jawabnya bukan hanya antar Capres atau antar Cawapres, tetapi panelis mendalami bahkan men-challenge pikiran gagasan atau program biar nanti kemudian yang ada bukan program kontra program gagasan kontra gagasan antar Capres saja namun juga didalami ditanya kembali oleh para panelis.
“Yang ketiga menurut saya karena sering kita lihat moderator bilang ‘ya harap tenang mohon tenang!’ Nah itu faktor kehadiran penonton menurut saya biar debat itu fokus betul dan pembahasannya dalam konsentrasi penuh antar Capres, maka lebih bagus menonton tidak dihadirkan di situ penonton biar Nobar di markas masing-masing,” sarannya.
Dengan demikian kata Anas, penonton mau mengekspresikan dukungan macam apapun tidak akan mengganggu forum.
“Nah forumnya kemudian penuh konsentrasi, durasinya panjang, panelis terlibat. Dengan begitu maka debatnya akan lebih bermutu, lebih berkualitas, lebih mendalam dan itu adalah fasilitas buat para pemilih untuk menentukan pilihannya menjadi bahan yang bagus buat para pemilih sebelum menentukan pilihannya,” tukasnya.
Di satu sisi kata Ketua Umum PB HMI itu, dalam debat situasinya cukup memanas. Namun menurutnya, hal tersebut sangat wajar.
“Namanya debat Capres ya harus panas, kalau dingin-dingin kan bukan debat Capres dan sejauh yang saya ikuti sesungguhnya masih tahap yang patutlah, tahap yang wajar seperti itu ya,” pungkas mantan Komisioner KPU RI itu. (*)












