Dugaan “Free” Penyelesaian Kasus ke Oknum Penyidik Dibantah Dirkrimsus Polda NTB 

Gatanews.id, Mataram | Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol Nasrun Pasaribu, membantah adanya dugaan aliran “fee” kepada oknum penyidik yang menangani kasus tindak pidana produk kosmetik ilegal. Menurutnya hal tersebut tidak benar, lantaran penyidiknya bekerja sesuai aturan.

 

“Terkait indikasi yang dimaksud soal “fee” itu, tidak ada, tidak benar,” ucap Kombes Pol Nasrun Pasaribu, ditemui di Mapolda NTB, Selasa (06/12/2022).

 

Ditegaskannya, hal demikian itu sejauh ini tidak ada. Menurutnya penyidik telah bekerja secara profesional sesuai dengan aturan, pada kasus yang menyeret tiga orang dalam kasus kosmetik ilegal itu.

 

Banner Iklan Aruna

“Penyidik bekerja sesuai aturan, sampai hari ini tidak ada hal demikian,” tuturnya.

 

Diketahui, dugaan adanya aliran “fee” itu mulai mencuat sejak adanya pernyataan dari tersangka NP asal Makasar, selaku owner dari produk RNC. Dinyatakan NP kepada media lokal, bahwa dirinya telah menyelesaikan kasus yang menyeret dirinya itu.

 

“Kasus saya sudah selesai, itu kasus sudah lama mas, kalau mau usut masih banyak produk lain yang statusnya ilegal,” katanya singkat.

 

Hasil penulusuran media lokal, “fee” tersebut berasal dari tersangka NP, dimana dalam bukti transfer dugaan penyelesaian kasus itu, tercantum dana sebesar Rp 15 juta dikirim oleh NP, akan tetapi untuk tujuan dari uang itu masih disembunyikan.

 

Selain itu, “fee” yang dikirim oleh tersangka NP pada 1 Juni 2022 lalu itu, bertuliskan “Lunas yah tutup kasus 35 jt+laptop macbok khusus bonus untuk pribadi bapak”.

 

Selain ditemukannya bukti transfer “fee” diduga untuk menyelesaikan kasus, media lokal juga mendapati dokumen foto diduga salah seorang penyidik Ditreskrimsus Polda NTB, tengah melakukan pertemuan dengan sejumlah orang terkait dengan produk yang diduga ilegal itu. Padahal saat ini kasus tersebut masih berjalan dan didalami oleh penyidik Ditreskrimsus Polda NTB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *