Binkam  

Terbongkar Penyebab Terlantarnya Penonton MotoGP, Ini Ungkap Ketua Organda NTB

GataNews.id | Moda transportasi Event MotoGP Mandalika Minggu (20/03) lalu masih menjadi perbincangan dan isu hangat di publik. Baru-baru ini terungkap, bahwa diduga terlantarnya puluhan ribu penonton MotoGP di Parkiran Timur maupun Parkiran Barat Sirkuit Mandalika lantaran sopir Bus sempat mogok kerja. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB, Junaidi Kasum kepada wartawan, Selasa (22/03).

“Saya sampai malam di sana. Saya tanya langsung ke sopir Bus, kenapa gak antar penonton? Mereka jawab, ada Oknum yang malak dan mengintimidasi mereka. Alasan lainnya Bus belum bisa bergerak saat itu karena membludaknya penonton yang keluar dari Sirkuit,” ungkap Junaidi Kasum.

Untung pengaman dari Kepolisian bagus. Dan Bus Kepolisian juga ikut serta mengangkut penonton yang terlantar.

“Saya lihat, sekalipun jumlah penonton tidak sebanding dengan jumlah petugas Kepolisian yang berjaga-jaga saat melakukan pengamanan, namun Polisi mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Kalau tidak, waduh bisa gawat saat saat itu,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa JK itu melanjutkan, pada akhir Race MotoGP sekira pukul 17.15 Wita, semua penonton yang berjumlah 70 ribu keluar Areal Sirkuit secara bersamaan. Hal itu pun membuat panitia dan pihak keamanan kewalahan. Belum lagi para pejabat negara yang menggunakan mobil Patwal keluar berbarengan dengan penonton umum.

“Bayangkan saja puluhan ribu orang ingin diantar, sementara bus hanya sedikit, ya penonton berebut naik bus yang ada jadinya,” ulasnya.

Namun setelah intensitas kendaraan mulai longgar, kata JK, para sopir akhirnya kembali menghidupkan busnya masing-masing. Sehingga jadwal pengantaran penumpang menjadi terlambat.

“Bus mulai bergerak sekitar pukul 20.00 Wita, semestinya pukul 17.00 Wita. Makanya banyak penumpang yang kecewa,” cetusnya.

Untuk diketahui, jumlah bus yang disediakan panitia berjumlah 278 bus. Terdiri dari 27 unit bus besar, 70 bus medium, dan 181 jenis Hiace. Ratusan kendaraan ini bertugas di lima zona, yakni 66 unit di eks Bandara Rembiga (Lanud ZAM), 124 unit di Pelabuhan Lembar, 39 unit di Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Bangsal 45 unit dan Bandara BIZAM sebanyak 31 unit. Dan semuanya itu bus-bus dari luar NTB. (Ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *