Binkam  

Empat Lapak Warung Depan Lapangan Atletik Terbakar

GataNews.id | Polsek Mataram bersama SPKT, Pa Siaga ,Bamin SPK dan Piket Fungsi Reskrim, Intel beserta Unit Identifikasi Polresta Mataram telah mendatangi TKP Kebakaran Lapak di Jalan Prasarana Lingkungan Pemuda tepatnya (Lapak samping sebelah timur Lapangan Atletik Mataram). Jumat, (25/03) malam.

Kapolsek Mataram Kompol Elyas Erikson, S.H., S.I.K, melalui PS. Kanit Reskrim Iptu Ida Bagus Suwendra, S.H mengatakan, saat di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sekitar jam 22.15 Wita.

Adapun saksi M (52) yang berada di Rumah Makan persis didepan TKP mendengar seorang Laki-laki berlari dari Arah Lapangan Atletik berteriak mengatakan “Kebakaran.. Kebakaran.. Kebakaran” dan saksi pertama M benar melihat ada kepulan asap dan percikan api diatas Lapak No 2 (counter HP) dan Lapak No 1 (Warung Nasi) sebelah Gerbang timur Lapangan Atletik, terangnya.

“Kemudian keterangan saksi kedua A, (38), penjaga asrama mengatakan sudah melihat api menyala dari Lapak Warung Nasi sebelah Gerbang timur Lapangan Atletik dan warga sudah berkumpul berusaha membantu memadamkan api,” lanjut Kapolsek.

Sekitar 15 menit datang 4 Unit mobil pemadam kebakaran dan pada pukul 23.15 wita api sudah dapat dipadamkan dengan aman dan lancar,” tandasnya.

“Adapun lapak yang terbakar sebanyak 6 Unit Lapak dengan nama- nama Lapak dan pemilik yakni Lapak Zaira Mesia (Printer & Photo Copy) kerugian masih dicatat, Lapak Yuza Media (Rental Komputer) kerugian sekitar Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah), Lapak Haikal Printing kerugian sekitar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah), Lapak Warung Nasi Bu Munirah kerugian Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah), sedangkan Lapak Konter HP belum mengetahui kejadian/ belum ada di TKP dan ada sebuah lapak kosong,” terangnya.

Kepolisian kemudian mengambil tindakan dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Kebakaran sementara diduga terjadi akibat arus pendek listrik yang berawal dari Lapak Warung Nasi Bu Munirah.

“Dimana 1 unit Lapak Kosong dan 5 unit lainnya terisi, namun korban atau pemilik lapak yang dapat di data atau yang ada di TKP sebanyak 4 orang dan 1 orang korban/pemilik lapak masih belum mengetahui kejadian tersebut,” tutup Iptu Suwendra. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *