Binkam  

Maningka Jaya, Salah Satu Sosok Dibalik Suksesnya Pembangunan BIZAM dan Sirkuit Mandalika

GataNews.id | Suksesnya pembangunan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) dan Sirkuit Mandalika di Kuta Kabupaten Lombok Tengah tidak lepas dari sosok Tokoh yang mempunyai peranan penting saat pelaksanana pembebasan tanah warga oleh Pemerintah.

Terungkap fakta berdasarkan penelusuran Media ini yang dilakukan pada Rabu (23/03) bersama temen temen jurnalis lainnya. Bahwa salah satu tokoh yang memegang peranan penting dalam perjalanan suksenya pelaksanaan pembangunan dua proyek terbesar di NTB bahkan di Indonesia tersebut adalah Kombes Pol (Purn) Drs. Dewa Putu Maningka Jaya.

Ia merupakan tokoh yang waktu itu menjabat sebagai Kapolres Lombok Tengah pada tahun 2005, dan dimana pada waktu itu bisa dikatakan bagian dari titik inti permasalahan terkait pembebasan lahan untuk BIZAM tahun itu maupun Sirkuit Mandalika.

Pada 2005 Bupati Lombok Tengah dijabat oleh seorang tokoh Lombok Tengah, yang dikenal dengan sebutan Mamiq Ngoh (Haji Lalu Wiratmaja) dan sebagai wakilnya dijuluki Gede Derip (Lalu Suprayitno). Kolaborasi antara kedua tokoh tersebut mampu mengkondisikan rencana pembangunan BIZAM dan Sirkuit Mandalika dalam hal pembebasan lahan masyarakat/warga.

“Pada waktu itu juga sempat terjadi Demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh warga setempat terkait rencana pembangunan dan pembebasan lahan. Dari aksi yang dilakukan oleh warga tersebut bahkan sempat menyebabkan 42 Personil Polres Lombok Tengah mengalami luka-luka saat dilakukannya pengamanan unjuk rasa”, jelas Maningka.

Sekalipun gejolak Pro dan Kontra dimasyarakat terjadi waktu itu, ia selaku orang nomor satu di jajaran Polres Lombok Tengah tetap mengedepankan strategi penanganan secara Persuasif kepada warga untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Ditemui di kediamannya yang berada di wilayah Batu Layar, ia menjelaskan terkait suka dan dukanya saat menjadi orang no satu di jajaran Polres Lombok Tengah pada tahun 2005 yang pada saat itu menyandang pangkat Melati Dua/AKBP.

Bahkan saat terjadi aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh warga ia dan anggota melakukan pengamanan namun imbasnya ia sempat disidang bahkan sampai kehilangan jabatan pada tahun 2005 itu. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah menurut maningka.

Maningka juga menyampaikan bahwa pada tahun tersebut merupakan titik Klimaks dari penolakan Warga terhadap pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai Bandar Udara dan Sirkuit Mandalika.

Lebih jauh Maningka menyampaikan pada awak media yang datang mewawancarainya bahwa ia menyadari Pro dan Kontra selalu ada, namun setelah semuanya berjalan masyarakat suatu saat akan menyadari manfaat dibalik semua itu jelasnya. Terbukti pada saat ini apa yang telah ia lakukan waktu itu, Lombok Tengah menjadi pusat Pariwisata maju dan Mendunia.

“Saya bahagia dan bangga telah membantu dalam hal memajukan Lombok Tengah, membangun dua proyek besar Pemerintah di NTB yang bisa dinikmati oleh masyarakat Lombok Tengah pada khususnya dan Masyarakat NTB pada Umumnya,” tutup Maningka. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *