Binkam  

Kebakaran di Desa Bagu, Rumah Pengusaha Kerupuk Ludes Terbakar

GataNews.id | Sebuah rumah warga di Dusun Mesaleng, Desa Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah dilalap si jago merah. Peristiwa tersebut terjadi Kamis, (10/03), sekitar pukul 03.15 Wita.

Rumah yang kebakaran diketahui milik Zainal Abidin (33) warga Dusun Mesaleng, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Pringgarata AKP Sulyadi Muchdip membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa dari olah TKP yang dilakukan Jajaran Polsek Pringgarata barang-barang milik korban yang terbakar berupa 2 Unit Sepeda Motor, peralatan/bahan produksi kerupuk seperti wajan dan bangunan dapur.

Adapun kronologisnya yaitu berawal dari warga atas nama Zarkasi yang mendengar suara benda seperti bambu yang terbakar dan mengeluarkan ledakan kecil.

“Mengetahui hal tersebut Zarkasi bangun dan langsung menuju sumber suara serta menemukan api yang bersumber dari Dapur milik Zaenal Abidin yang merupakan tetangganya,” jelas Kapolsek.

“Setelah mengetahui asal api Zarkasi kemudian memberitahukan peristiwa itu kepada Zaenal, yang dimana jarak antara rumahnya dengan TKP berdampingan,” lanjutnya

Setelah pemilik rumah mengetahui hal tersebut, Zainal bersama Zarkasi berteriak membangunkan warga sekitar untuk meminta pertolongan. Warga sekitar bangun dan membantu berupaya memadamkan api serta mengevakuasi barang-barang yang berada di Dapur milik Korban.

Sekitar 30 menit kemudian api dapat dipadamkan dengan menggunakan peralatan seadanya, mengingat lokasi rumah korban/TKP berada ditengah pemukiman padat Penduduk dan tidak bisa dijangkau Kendaraan Roda empat.

Polisi telah meminta keterangan saksi atas nama Zarkasi (34) yang beralamatkan sama dengan korban, di Dusun Mesaleng, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

“Tidak ada Korban Jiwa dalam Peristiwa tersebut, namun kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 20.000.000,” ucap Sulyadi.

”Korban merupakan Pengusaha Kerupuk yang setiap hari melakukan aktivitas penggorengan, dan sumber api diperkirakan berasal dari bara sisa pembakaran yang ada di tungku/tempat penggorengan kerupuk, yang menjalar ke kayu bakar maupun serabut kelapa yang ada disekitar dapur dan bagian atas dapur yang rangka terbuat dari kayu dan bambu,” tambahnya. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *