Gatanews.id || Lombok Timur – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, nama H. Khaidir Taufiq Ramdan kembali menjadi perhatian setelah menyatakan maju untuk melanjutkan kepemimpinan di desa tersebut.
Rekam jejak pembangunan selama satu periode kepemimpinannya menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati masyarakat.
Sejumlah pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum disebut telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan Desa Bagik Payung.
Beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan taman desa, lapangan desa, pasar desa, jalan lingkar yang menjangkau empat dusun, penimbunan kali di Dusun Belet, rabat gang, jalan usaha tani, pembangunan Polindes, perbaikan kantor desa, hingga musala di lingkungan kantor desa.
Berbagai program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, memperbaiki akses antarwilayah, serta menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga. Namun, manfaat dan keberlanjutan pembangunan tetap menjadi hal yang perlu dinilai secara objektif oleh masyarakat.
Tak Hanya Mengandalkan Rekam Jejak, Program Lanjutan Jadi Taruhan
Jika kembali mendapat kepercayaan masyarakat, H. Khaidir Taufiq Ramdan menyiapkan sejumlah rencana untuk mendorong Desa Bagik Payung agar semakin maju dan berkembang.
Salah satu program yang direncanakan adalah pengembangan wisata desa. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi peluang baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha lokal.
Selain itu, pengembangan dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu agenda yang ingin dilanjutkan. Penguatan UMKM dinilai penting untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan produktivitas warga, serta menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat desa.
Program lainnya adalah penyelenggaraan Bagik Payung Cup, sebuah agenda yang direncanakan menjadi wadah kegiatan olahraga, mempererat kebersamaan warga, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.
Rencana tersebut tentu membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan masyarakat, serta pelaksanaan yang transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Pilkades Jadi Momentum Menilai Kinerja dan Gagasan
Kontestasi Pilkades Bagik Payung bukan sekadar tentang siapa yang kembali maju, melainkan juga momentum bagi masyarakat untuk menilai hasil pembangunan, keterbukaan pengelolaan anggaran desa, serta keseriusan calon dalam menjawab kebutuhan warga.
Rekam jejak masa lalu dapat menjadi bahan pertimbangan, sementara program ke depan perlu diuji melalui kejelasan target, skala prioritas, sumber pembiayaan, dan manfaat yang dijanjikan.
Pada akhirnya, masyarakat Bagik Payung memiliki hak untuk menentukan pilihan berdasarkan penilaian yang rasional, rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta visi pembangunan yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan desa.
Dengan demikian, harapan terhadap Bagik Payung yang lebih maju tidak berhenti pada janji politik, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, tata kelola yang transparan, dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.












