Gatanews.id|Lombok Barat – Polsek Lingsar mengingatkan warga menjaga keamanan, menjelang Tradisi Perajean di Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Polisi meminta warga, khususnya anak muda, tidak membawa senjata tajam maupun minuman beralkohol saat arak-arakan.
Persiapan pengamanan dibahas dalam rapat di Mapolsek Lingsar, Rabu (2/9/2026). Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti memimpin rapat didampingi Kanit Binmas Aiptu L. Wawan Sudarmawan, dan dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Peteluan Indah Aipda I Made Artana, serta seluruh kepala dusun.
“Perajean ini kegiatan adat yang sudah dilaksanakan sejak dulu. Saya minta jangan sampai ada keributan yang mengganggu jalannya kegiatan,” kata AKP Wiwin.
Kaplsek Lingsar meminta para kepala dusun ikut mengawasi warga, terutama anak muda. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah gesekan dan perkelahian selama arak-arakan berlangsung.
“Para Kadus tolong kontrol seluruh warganya, terutama anak-anak muda. Jangan sampai terjadi gesekan maupun perkelahian, yang membuat citra kegiatan menjadi buruk,” ujarnya.
Polisi juga meminta pemeriksaan dilakukan terhadap warga maupun penonton dari luar desa. Langkah tersebut untuk mencegah adanya senjata tajam masuk ke lokasi kegiatan.
“Pada hari pelaksanaan, tolong dicek agar tidak ada masyarakat maupun penonton dari luar yang membawa senjata tajam,” tegas AKP Wiwin.
Dijelaskan, pengamanan nantinya tidak hanya mengandalkan personel kepolisian. Linmas dan tokoh pemuda Desa Peteluan Indah akan dilibatkan, untuk membantu menjaga situasi selama Perajean.
“Berdayakan Linmas dan tokoh pemuda yang ada di desa untuk membantu pengamanan. Semoga kegiatan ini berjalan tertib dan lancar,” ucapnya.
“Kami ingin kegiatan adat ini tetap berjalan meriah, namun keamanan dan ketertiban juga harus dijaga bersama,” imbuh AKP Wiwin.
Salah satu kepala dusun dalam rapat turut mengingatkan warga agar tidak membawa minuman beralkohol. Imbauan itu berlaku selama kegiatan berlangsung hingga arak-arakan melintas di jalan raya.
“Perajean rutin kami laksanakan setiap tahun. Pengamanan perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Kami juga mengimbau warga tidak membawa minuman beralkohol, saat kegiatan berlangsung sampai ke jalan raya,” ujarnya.
Perajean dijadwalkan berlangsung dua hari. Pada Sabtu (5/9), kegiatan digelar pukul 16.00-18.00 Wita. Sedangkan Ahad (6/9), arak-arakan berlangsung pukul 07.00-09.00 Wita.
Rute arak-arakan hanya melintasi Jalan Gora II Lingsar. Peserta keluar dari gang masing-masing dusun, bergerak ke arah timur menuju Simpang Tiga Menjeli, lalu kembali ke titik awal masing-masing dusun.(djr)












