Gatanews.id|Mataram – Pemerintah Provinsi NTB menggandeng Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, untuk menggenjot investasi dan memperkuat sektor produktif. Kolaborasi ini mengemuka saat pelantikan Kadin NTB periode 2025-2030, Rabu (29/7/2026), di Prime Plaza Hotel, Mataram.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai Kadin punya peran penting, dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan menarik investasi baru. Pemprov NTB pun membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi pelaku usaha.
“Saya ingin menciptakan suasana yang benar-benar mendukung dunia usaha. Silakan teman-teman Kadin memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, untuk kegiatan maupun pertemuan dengan mitra bisnis,” ujar Iqbal.
Gubernur Iqbal juga mengajak pengusaha melihat perubahan ekonomi global sebagai peluang. Menurutnya, NTB perlu memperkuat sektor-sektor yang punya potensi besar untuk menghasilkan nilai tambah.
“Daripada terus fokus pada krisis, lebih baik kita fokus mencari peluang yang muncul dari setiap tantangan. Dunia sedang berubah dan cara berpikir kita juga harus berubah,” ungkapnya.
Selain industri pengolahan dan pariwisata, Pemprov NTB mendorong pertanian, agribisnis, agromaritim, agroforestri, industri garam, hingga ketahanan pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB kini mencapai 131, sedangkan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 135.
“Saya mengajak dunia usaha menjadikan sektor pertanian, agribisnis, agromaritim, agroforestri, dan ketahanan pangan sebagai peluang investasi baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ucapnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 13,24 persen. Capaian itu menempatkan NTB sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
“NTB adalah daerah dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di Indonesia. Ini harus kita syukuri dan kita beri apresiasi kepada pemerintah daerah, beserta seluruh pelaku usaha yang telah bekerja keras,” kata Anindya.
Anindya menyebut pertumbuhan NTB tidak bertumpu pada satu sektor. Industri pengolahan, pertambangan, pariwisata, pertanian, perdagangan, hingga UMKM ikut menopang ekonomi daerah.
Kadin Indonesia juga siap membawa potensi NTB ke jaringan bisnis internasional. Peluang kerja sama akan diarahkan pada penguatan perdagangan, pekerja migran, UMKM, pariwisata, serta produk unggulan daerah.
“Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan kemudahan, tetapi juga kepastian. Kepastian hukum, kepastian perizinan, dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk menarik investasi,” tegas Anindya.
Ketua Kadin NTB H Faurani menegaskan kepengurusan baru siap memperkuat sinergi dengan Pemprov NTB. Fokusnya mencakup pendampingan UMKM, pengembangan wirausaha baru, serta penyampaian aspirasi dunia usaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelantikan Kadin NTB 2025-2030 pun menjadi momentum memperkuat kemitraan pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi ini diharapkan membuka lebih banyak investasi, lapangan kerja, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.(djr)












