Gatanews.id – Lombok Timur – Berada di peringkat pertama, dipastikan Lombok Timur menjadi satu dari 30 daerah yang akan mendapatkan program Local Service Delivery Project (LSDP). Ini merupakan program nasional yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Bappenas dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia untuk meningkatkan layanan infrastruktur dan tata kelola persampahan di daerah.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengaku sangat bersemangat untuk menjadikan Lombok Timur sebagai wilayah yang bersih.
Karena itu Pemda berkomitmen untuk memenuhi semua persyaratan yang diperlukan agar program tersebut dapat dilaksanakan di daerah ini.
“Saya sangat bersemangat untuk bagaimana Lombok Timur ini bersih, Pak. Sangat saya idam-idamkan itu. Dan rasanya kita tidak akan pernah tenang berhenti jadi Bupati kalau tetap dia kotor,” tegasnya.
Program LSDP ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemda Lombok Timur untuk melakukan pengelolaan sampah secara berkelanjutan serta menggerakkan ekonomi sirkular.
“Hal-hal positif yang dapat kita tarik dari sampah ini juga bisa kita hadirkan. Tidak seperti prinsip sekarang ini, sampah adalah barang kotor yang tidak ada harganya,” harapnya.
“tentu lewat LSDP ini semua itu akan beraubah. Orang mengatakan itu tidak bermanfaat, insyaallah dengan program ini akan menjadi bermanfaat.” Tambahnya.
Bupati berharap kunjungan dari tim LSDP untuk melakukan verifikasi lapangan ini dapat memberikan masukan dan koreksi untuk perbaikan dan penyempurnaan sehingga sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Bupati juga kembali menekankan komitmen Pemda untuk memenuhi berbagai ketentuan yang dibutuhkan baik dari aspek kelembagaan maupun dukungan APBD.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kemendagri Suprayitno menyatakan selain untuk melakukan verifikasi lapangan, kunjungan yang berlangsung Kamis (27/8) tersebut juga untuk memastikan kesiapan Pemda dan masyarakat melaksanakan program LSDP. Ia memastikan tim akan menyampaikan hal-hal yang kurang atau perlu untuk diperbaiki.
Sementara itu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV Kemendagri Paudah menekankan salah satu arah program LSDP adalah untuk menghasilkan perubahan prilaku yang salah satunya akan dimulai dari sekolah. Diharapkan anak-anak dapat membawa perubahan prilaku di keluarga. Ia meyakinkan akan mendukung kesiapan dan semangat Pemda dan masyarakat Lombok Timur untuk perubahan prilaku tersebut.
Kunjungan ini, selain memastikan kesiapan Pemda juga untuk mengukur atau memastikan dana hibah yang akan diberikan kepada Lombok Timur nantinya. Hal itu diungkapkan Koordinator Tim Kelembagaan Pemerintah Daerah dan pembangunan Daerah Bappenas Septaliana Dewi Prananingtyas. LSDP, ungkapnya, berbeda dari proyek pengelolaan sampah lainnya karena menitikberatkan pada reformasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat. Diharapan di akhir program target tersebut telah tercapai.
Pemda juga nantinya akan mendapat asistensi regional dan lokal.
Verifikasi ini dihadiri pula oleh Sekda, Kepala Dinas LH, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat pemerhati lingkungan, dan perwakilan masyarakat sekitar TPA Ijo Balit.












