Gatanews.id|Lombok Barat – PLN UIW NTB terus memperkuat budaya keselamatan ketenagalistrikan, melalui sosialisasi yang digelar PLN ULP Gerung, Senin (22/6/2026), di Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu persatuan istri pegawai Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, guna memperluas pemahaman terkait penggunaan listrik yang aman, sekaligus mengenalkan layanan kelistrikan berbasis digital.
“Edukasi keselamatan listrik perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami cara menggunakan listrik secara aman dalam aktivitas sehari-hari,” ungkap General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti.
Peserta mendapat pembekalan seputar jarak aman bangunan dan pohon dari jaringan listrik, larangan bermain layang-layang di dekat kabel listrik, hingga pentingnya memakai instalatur resmi saat memasang instalasi listrik.
“Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kecelakaan kelistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik,” tegas Sri Heny.
PLN juga mengenalkan kemudahan layanan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center 123. Warga dapat melaporkan potensi bahaya, gangguan listrik, hingga mengajukan layanan kelistrikan langsung dari telepon genggam.
“Transformasi layanan digital kami hadir agar masyarakat semakin mudah mengakses seluruh layanan PLN secara cepat dan praktis,” ujar Sri Heny.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari pemangkasan pohon dekat jaringan listrik hingga prosedur penambahan daya yang sesuai standar.
“Kami ingin masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan PLN sehingga setiap kebutuhan kelistrikan dapat ditangani secara aman dan tepat,” kata Sri Heny.
PLN UIW NTB berharap edukasi seperti ini terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan PLN. Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap potensi bahaya listrik serta memahami cara memanfaatkan listrik secara aman dan bertanggung jawab. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang selamat sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat,” tutup Sri Heny.(djr)












