Gatanews.id || Lombok Timur – Dikabarkan seorang pendaki asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur(Lotim) meninggal dunia saat melakukan pendakian di Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Sabtu (4/7/2026). Korban diketahui bernama Hamzanwadi (40), seorang karyawan honorer yang diduga mengalami gangguan kesehatan ketika berada di area perkemahan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah Polsek Sembalun menerima informasi mengenai adanya seorang pendaki yang tidak sadarkan diri di area camp Bukit Savana Dandaun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Sembalun segera melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pengelola Bukit Savana Dandaun.
Pengelola membenarkan adanya kejadian tersebut. Selanjutnya, Polsek Sembalun berkoordinasi dengan Tim Basarnas Pos SAR Kayangan dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sembalun untuk melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi perkemahan menuju basecamp.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hamzanwadi mendaki Bukit Savana Dandaun melalui Jalur 2 (Lendakuta) bersama empat orang lainnya, yakni Sabri (41), dua anak Sabri yang masih berusia 10 tahun, serta seorang anak Hamzanwadi berusia 13 tahun.
Saat perjalanan menuju puncak, Hamzanwadi sempat menghubungi istrinya, Agus Alfiani, untuk menyampaikan bahwa dirinya mulai kelelahan dan merasakan sesak di dada.
Setelah tiba di area camp Bukit Savana Dandaun, rombongan mendirikan tenda. Tidak lama kemudian, Hamzanwadi mengalami muntah-muntah sebelum beristirahat di dalam tenda usai melaksanakan salat.
Saat Sabri sedang menunaikan salat Magrib, anak Hamzanwadi yang berada satu tenda tiba-tiba menangis histeris sambil memanggil pertolongan.
Sabri kemudian bergegas menuju tenda korban dan mendapati Hamzanwadi sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia segera meminta bantuan para pendaki lain untuk memeriksa kondisi korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan sederhana, korban diketahui sudah tidak menunjukkan denyut nadi maupun tanda-tanda pernapasan.
Mengetahui hal itu sabri langsung menghubungi keluarga korban melalui telepon. Demi menenangkan pihak keluarga, ia hanya menyampaikan bahwa Hamzanwadi pingsan dan meminta bantuan evakuasi. Keluarga kemudian berangkat menuju basecamp dan berkoordinasi dengan pengelola.
Selanjutnya, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sembalun, Basarnas Pos SAR Kayangan, pengelola Bukit Savana Dandaun, tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, serta pihak keluarga.
Korban berhasil dievakuasi ke basecamp kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Sembalun.
Tenaga kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. petugas medis menyatakan Hamzanwadi telah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya luka maupun bekas benturan pada tubuh korban. Petugas memperkirakan korban telah meninggal sekitar pukul 19.20 WITA saat masih berada di area camp Bukit Savana Dandaun.
Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak Puskesmas Sembalun menyerahkan jenazah kepada keluarga. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, menggunakan ambulans Desa Rempung.
Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit diabetes atau gula darah tinggi yang diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatannya saat pendakian.
Proses koordinasi dan evakuasi berakhir dalam keadaan aman dan lancar. Hingga saat ini, pihak keluarga masih bermusyawarah terkait kemungkinan dilakukan autopsi, namun sementara menerima peristiwa meninggalnya Hamzanwadi sebagai musibah.












