Hoaks Proyek Limbah B3 Puskesmas Libatkan Wartawan Dinkes Lotim Buka Suara

Gatanews.id || Lombok Timur – Beredarnya kabar terkait adanya koordinator wartawan yang disebut mencatut sejumlah nama wartawan sebagai Penanggung Jawab (PJ) project limbah B3 di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Lombok Timur, sempat memicu kegaduhan di kalangan insan pers. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, H. L. Aries Fahrozi, S.Kep.Ners, M.Kep menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“ sejauh ini tidak ada yang prnah menghubungi”, kadis dinkes. 

Kepala Dikes Lotim mengaku terkejut ketika menerima sejumlah nama yang dikirimkan kepadanya terkait isu tersebut. 

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui, apalagi menerima laporan resmi mengenai adanya PJ project limbah B3 yang melibatkan wartawan.

“Saya juga kaget ada nama-nama yang dikirim ke saya, tapi saya juga tidak tahu sama sekali dan juga semua Puskesmas tidak ada yang tahu dan tidak ada pernah ada seperti itu,”  Tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa informasi yang beredar selama ini tidak memiliki dasar yang jelas, dan tidak pernah dibenarkan oleh pihak Dikes maupun Puskesmas di Lombok Timur.

Menanggapi kabar yang beredar, Ketua FRIC Lombok Timur memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah telah mengirimkan daftar nama tersebut kepada pejabat mana pun, termasuk kepada pihak Dikes maupun kepala Puskesmas di Lotim.

“Tidak pernah mengirimkan daftar nama tersebut ke pejabat manapun. Apalagi meminta dana publikasi untuk kepentingan project publikasi limbah B3 di Puskesmas,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya pernah menghubungi kepala Puskesmas terkait daftar nama tersebut. Menurutnya, tidak ada upaya menjual nama-nama wartawan untuk kepentingan publikasi ataupun proyek tertentu.

“Tidak pernah menghubungi Kapus manapun terkait daftar nama tersebut. Apalagi menjual nama-nama wartawan ke Puskesmas/ Dikes Lotim,” lanjutnya.

Menyikapi persoalan tersebut, pihak terkait diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Puskesmas juga diminta untuk segera melakukan konfirmasi kepada redaksi media atau pihak berwenang apabila ada oknum yang mengatasnamakan wartawan dan meminta uang publikasi.

Selain itu, kepada media yang menulis informasi tersebut, diharapkan dapat memastikan kebenaran data terlebih dahulu sebelum mempublikasikannya, agar tidak menimbulkan dugaan yang keliru, terutama terkait narasi penjualan nama-nama wartawan ke Puskesmas dengan mengaku sebagai koordinator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *