Seorang Anak GMA Kuripan Hanyut di Sungai

Gatanews|Lombok Barat – Suasana sore di Perumahan Griya Menang Asri, Kuripan, Selasa (28/4/2026), mendadak mencekam. Seorang anak laki-laki panggilan Umboh, dilaporkan hilang terbawa arus usai turun ke sungai, mengambil bola plastik sekitar pukul 16.05 Wita, saat bermain bersama teman-temannya di lapangan dekat jembatan lingkungan perumahan.

Pj. Kepala Dusun Persiapan Griya Menang Asri, Eik Geo Min Hadiningrat, menyebut pencarian dilakukan serentak setelah kabar menyebar.

“Begitu diketahui ada anak hilang di sungai, warga langsung bergerak membantu aparat menyisir sepanjang bantaran,” katanya.

Kapolsek Kuripan Ipda I Wayan Eka Ariyana mengatakan, laporan warga langsung ditindaklanjuti personel kepolisian dengan mendatangi lokasi.

“Kami menerima informasi ada seorang anak diduga hanyut saat mengambil bola di sungai, personel langsung menuju TKP dan melakukan koordinasi pencarian bersama warga,” ujarnya.

Sekitar pukul 16.13 Wita, anggota Polsek Kuripan tiba di titik kejadian. Warga perumahan telah lebih dulu berkumpul di sekitar jembatan, sambil memantau arus sungai yang terlihat deras sejak sore.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat timbul tenggelam sambil meminta pertolongan, sekitar 300 meter dari titik awal korban turun ke sungai. Posisi itu berada di jalur aliran yang melintas dekat jalan lingkungan perumahan.

Seorang warga yang saat itu melintas dan dimintai pertolongan sama teman-teman korban, sudah tidak melihat korban di permukaan. Saat warga sampai di titik pandangan terakhir, tubuh korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Informasi lain di lapangan menyebut, korban turun sendiri mengambil bola sementara teman-temannya menunggu di lapangan dekat jembatan. Setelah beberapa saat korban tak kunjung naik, teman-temannya mulai panik, memanggil nama Umboh berulang kali sambil menyusuri bantaran sungai, sebagian berlari meminta bantuan warga sekitar.

Memasuki pukul 17.23 Wita, tim SAR gabungan bersama kepolisian mulai menyisir titik awal korban diduga hanyut. Pencarian diperluas mengikuti aliran sungai. Warga ikut turun menyusuri bantaran, bahkan masyarakat dari desa yang dilalui aliran seperti Bilekedit dan Karang Langko, siaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi jika korban terbawa lebih jauh.

Hingga malam, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR akhirnya menghentikan pencarian sementara, karena kondisi medan gelap dan arus sungai makin deras.

Kapolsek Kuripan Ipda I Wayan Eka Ariyana menegaskan, proses pencarian akan dilanjutkan esok hari bersama Basarnas dan unsur terkait.

“Penyampaian dari Basarnas pencarian akan dilanjutkan besok, karena medan dan arus yang deras,” tegasnya.

Tim SAR dijadwalkan kembali turun Rabu pagi (29/4/2026), dengan fokus penyisiran dari titik korban terakhir terlihat, hingga jalur aliran menuju desa-desa di hilir sungai.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *