Daerah  

PLN Siagakan Gardu Bergerak Perkuat Listrik Mandalika

Gatanews|Lombok Tengah – Menjelang gelaran event internasional di kawasan Mandalika, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB bergerak cepat menjaga pasokan listrik tetap stabil. Salah satu langkah strategis dilakukan, lewat pengoperasian Mobile Substation di Gardu Induk Kuta.

“Kami memastikan sistem kelistrikan tetap prima, untuk mendukung seluruh aktivitas di kawasan Mandalika, terutama menjelang event internasional,” ungkap General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini ikut menopang dua agenda besar, GT World Challenge Asia 2026 dan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika. Kehadiran perangkat ini memberi jaminan tambahan, agar suplai listrik tetap aman selama event berlangsung.

“Kehadiran Mobile Substation memberi lapisan pengamanan ekstra, sehingga suplai listrik tetap terjaga tanpa gangguan,” ujarnya.

Mobile Substation berkapasitas 30 MVA, disiapkan sebagai cadangan daya skala besar. Peralatan ini siap aktif saat terjadi gangguan, maupun ketika transformator utama menjalani pemeliharaan. Unit ini juga jadi satu-satunya di NTB, sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

“Peralatan ini mampu menjadi back-up suplai listrik dalam skala besar, sehingga risiko gangguan dapat ditekan,” jelas Sri Heny.

Keunggulan utama terletak pada fleksibilitas. Gardu bergerak ini dapat dipindahkan ke berbagai lokasi sesuai kebutuhan, sehingga kontinuitas pasokan listrik di titik strategis seperti Mandalika tetap terjaga.

“Fleksibilitas Mobile Substation memungkinkan kami bergerak cepat menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini sistem kelistrikan NTB ditopang 26 Gardu Induk, yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran Mobile Substation memberi lapisan pengaman tambahan, terutama saat kebutuhan listrik meningkat, pada periode Idulfitri dan pelaksanaan event internasional.

“Kami menyiapkan sistem berlapis, agar keandalan listrik tetap terjaga di tengah lonjakan kebutuhan,” ucapnya.

Data operasional PLN mencatat, beban puncak listrik di NTB naik selama momen Lebaran. Mobilitas masyarakat serta lonjakan aktivitas wisata turut mendorong konsumsi energi. Kondisi tersebut membuat solusi cepat, seperti Mobile Substation jadi kunci menjaga stabilitas sistem.

“Lonjakan beban listrik sudah kami antisipasi melalui strategi quick response agar sistem tetap stabil,” tegasnya.

Kesiapan ini juga ditopang peningkatan siaga personel, serta penguatan monitoring real-time di seluruh unit operasional. Setiap potensi gangguan dapat ditangani lebih cepat dan terukur.

“Kami juga meningkatkan kesiapsiagaan personel serta monitoring real-time, agar setiap potensi gangguan bisa segera direspons,” tutup Sri Heny.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *