NTB  

Polda NTB Matangkan Pengamanan Haji 2026, Status Siap Dikerahkan

MATARAM — Persiapan pengamanan haji 1447 H/2026 M di NTB makin matang. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Bir Ali 2, Asrama Haji Embarkasi NTB, Sabtu (18/4/2026), mengunci kesiapan lintas instansi jelang operasional penuh.

Seluruh unsur terlibat mulai PPIH, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan sudah satu frekuensi. Fokus utama mengarah pada sterilisasi area Asrama Haji, pengetatan alur keluar masuk, serta pengamanan jalur menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid guna mengantisipasi titik rawan hambatan.
Selain kesiapan fisik dan pengamanan, koordinasi administratif dan pelayanan jemaah juga menjadi poin krusial dalam rapat tersebut. Kakanwil Kemenag (Kemenhaj) Provinsi NTB, H. Lalu Muhamad Amin, SH, menegaskan bahwa sinergi dengan pihak Kepolisian adalah kunci utama kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh Polda NTB dalam skema pengamanan ini. Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Dengan sterilisasi dan pengawalan yang ketat, jemaah dapat mengikuti proses penerimaan di asrama hingga keberangkatan ke bandara dengan lebih tenang, khusyuk, dan tepat waktu,” ujar H. Lalu Muhamad Amin, SH.

Beliau juga mengimbau kepada keluarga pengantar untuk mematuhi aturan zonasi yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama.
“Kami memohon kerja sama para keluarga jemaah agar cukup melepas keberangkatan di titik-titik yang ditentukan. Ini semua demi kelancaran alur dan kesehatan jemaah kita sebelum menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci,” tambahnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M., memperkuat pernyataan tersebut dengan memastikan seluruh personel di ring 1, 2, dan 3 telah siap bertugas.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal. Sinergi antarinstansi sudah solid, sehingga pelaksanaan pengamanan haji tahun ini bisa berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.
Operasi pengawalan dijadwalkan mulai 21 April 2026, dengan kloter pertama yang bergerak dari Lombok Timur menuju Asrama Haji. Target besar tetap dipatok: perjalanan aman tanpa kecelakaan (zero accident) serta tanpa keterlambatan hingga jadwal penerbangan perdana pada 22 April 2026.

Situasi secara umum terpantau aman dan terkendali. Sistem pengamanan dan pelayanan integratif siap dijalankan penuh mulai pekan depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *