Gatanews|Mataram – Wujud komitmen PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga, selama masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan hingga perayaan Idulfitri, Selasa (17/3/2026), General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, memimpin langsung apel kesiapsiagaan sekaligus pengecekan peralatan jelang Siaga Kelistrikan Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kehadiran pimpinan dalam apel tersebut, memberi semangat bagi seluruh tim siaga yang akan melaksanakan tugas.
“Kami ingin memastikan seluruh personel siap, peralatan lengkap, dan respons cepat saat dibutuhkan,” ungkap Sri Heny.
Kondisi sistem kelistrikan di NTB terpantau aman dengan cadangan daya cukup, untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama Ramadhan dan Idulfitri.
“Saat ini sistem dalam kondisi aman dan cadangan daya cukup ,untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik masyarakat,” katanya.
Pada sistem Lombok, lanjutnya, daya mampu pasok mencapai 407 MW dengan beban puncak diperkirakan 363 MW. Cadangan daya berada di angka 44 MW. Sementara sistem Tambora mencatat daya mampu 183 MW, beban puncak 144 MW, serta cadangan 39 MW.
“Proyeksi ini memberi gambaran kesiapan sistem, sehingga suplai listrik tetap terjaga selama periode siaga,” ucapnya.
Dijelaskan, PLN NTB mengerahkan total 1.989 personel, terdiri dari 877 personel PLN dan 1.112 tenaga alih daya serta mitra kerja.
“Seluruh personel kami siagakan penuh, untuk memastikan pelayanan berjalan optimal tanpa gangguan berarti,” tegas Sri Heny.
Selain itu, dukungan operasional diperkuat dengan 132 unit peralatan, 326 kendaraan operasional, serta material cadangan gangguan dalam jumlah memadai.
“Peralatan dan kendaraan sudah kami siapkan, untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di lapangan,” jelasnya.
Sri Heny juga membeberkan sejumlah posko siaga juga disiapkan di berbagai lini, mulai dari pembangkit, transmisi, pengatur beban hingga distribusi. Dukungan tambahan hadir dari posko Icon+ dan PLN Nusa Daya.
“Posko siaga ini jadi pusat kendali, agar koordinasi berjalan cepat dan efektif di semua lini,” sebut Sri Heny.
Sementara untuk mendukung kelancaran arus mudik, PLN NTB menempatkan 8 posko siaga di titik strategis seperti pelabuhan dan bandara.
“Kami fokus menjaga keandalan listrik di titik transportasi, agar mobilitas masyarakat tetap lancar,” ujarnya.
Perhatian khusus diberikan pada 61 lokasi prioritas seperti masjid, kantor pemerintahan, rumah sakit, hingga hotel.
“Lokasi prioritas jadi perhatian utama, agar aktivitas masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri berjalan tanpa kendala,” ujarnya.
Pun PLN NTB juga menyiapkan 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 38 lokasi, guna mendukung pengguna kendaraan listrik selama mudik.
“Kami ingin pengguna kendaraan listrik tetap nyaman saat melakukan perjalanan jarak jauh di momen lebaran,” tutur Sri Heny.
Di akhir kegiatan, Sri Heny menegaskan komitmen PLN menjaga keandalan listrik, selama Ramadhan hingga Idulfitri.
“Melalui kesiapan personel, peralatan, serta posko siaga yang tersebar di berbagai titik, kami memastikan sistem kelistrikan tetap andal, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” tutupnya.(djr)












