Binkam  

Komdigi Lombok Barat dan Polsek Gunungsari Gaungkan Bahaya Game Online hingga Judol

Gatanews|Gunungsari – Bhabinkamtibmas Desa Ranjok Aiptu Dewa Wirasmara dan Babinsa Serda Birul, Kamis (27/11/2025), kompak menyapa puluhan remaja di Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari. Mereka menghadiri Sosialisasi Bahaya Game dan Judi Online, agenda yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga acara rampung dengan suasana lancar dan kondusif.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Komdigi Lombok Barat, Sumirah, S.Kom., serta Kasi Kesra Kecamatan Gunungsari Anis. Deret peserta pun cukup kompletm mulai dari Kades Ranjok Khairil Anwar, tokoh agama, pemuda, hingga remaja putra-putri sekitar 40-an orang yang duduk antusias menyimak.

Sumirah mengupas gamblang soal risiko game online, yang dapat menyeret ke jurang judi online, bahkan sampai pada konsekuensi data adminduk dan perbankan.

Ia menyampaikan, pemerintah punya kebijakan tegas -jika KTP atau rekening terindikasi terlibat judi online, nama pemiliknya dapat dihapus dari daftar penerima bantuan sosial. Bukan nakut-nakuti, tapi biar jadi alarm bareng-bareng.

“Kami dan Polri juga terus melakukan pemblokiran situs judi online, dan memperluas penyuluhan sampai tingkat desa,” paparnya.

Sesi tanya jawab jadi momen paling cair. Syahid, salah seorang remaja Desa Ranjok, mengajukan pertanyaan yang relatable banget.

“Kalau sudah terlanjur main game online dan mulai kecanduan, gimana cara ngatasinnya, Pak?”

Jawaban Sumirah lugas, sederhana, dan dapat dipraktikkan di rumah.

“Batasi dulu waktu dengan gadget, isi hari dengan kegiatan nyata—bermain dengan teman, belajar, olahraga, ibadah, dan pintar memilih teman bergaul. Lingkungan rumah itu obat pertama,” jelasnya disambut anggukan peserta.

Sementara itu, Ibu Anis menyoroti efek domino kecanduan game online, terutama pada aspek pergaulan, kesehatan, psikologi, waktu belajar, hingga karakter kekerasan yang kerap ditiru anak dan remaja.

“Kalau main game sampai lupa tidur, lupa belajar, dan mulai kepo ke situs judi… itu sudah bahaya. Jangan sampai kita kehilangan masa emas cuma karena layar 5 inci,” ujar Ibu Anis dengan nada keibuan yang menohok halus.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menegaskan dukungannya bagi gerakan edukasi digital di lingkungan remaja.

“Kami tidak melarang hobi. Main game itu boleh, asal pintar mengatur waktu dan tetap ingat kehidupan nyata. Pengamanan masa depan itu justru dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Kapolsek Adnyana.

Ia turut mendorong remaja lebih sering berinteraksi sosial, rajin ibadah, dan aktif olahraga agar tak gampang tergoda konten berisiko.

“Desa yang kuat bukan hanya aman dari kejahatan, tapi juga aman dari kecanduan yang merusak generasi. Kami akan terus dampingi program penyuluhan di sekolah dan desa,” tandasnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bareng untuk jadi teladan anti-kecanduan, lebih banyak gerak, dan lebih banyak ibadah. Sampai acara selesai, semua berjalan tertib, aman, dan kondusif, tanpa kendala.

Yang tersisa tinggal satu pesan inti yang bergema di kepala remaja Ranjok, “Boleh hobi, tapi masa depan jangan digadai hanya buat top-up dan push rank!”(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *