Gatanews.id, Mataram | Dugaan skandal memalukan kembali mencoreng nama pemerintah desa di Kabupaten Lombok Utara. Seorang oknum kepala desa di Kecamatan Tanjung diduga digerebek warganya sendiri saat sedang berduaan dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai selingkuhannya di sebuah hotel di Kota Mataram, Rabu (19/11/2025) malam.
Peristiwa itu terjadi ketika oknum kades tersebut tengah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Majelis Krama Desa (MKD) yang digelar Dinas DP2KBPMD Lombok Utara di salah satu hotel di Kota Mataram.
Menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan namanya, oknum kades itu diketahui keluar dari hotel tempat kegiatan Bimtek. Ia terlihat mengendarai mobil pribadinya menuju sebuah hotel lain yang berjarak tidak terlalu jauh.
“Tidak lama setelah tiba, dia keluar dari mobil bersama seorang perempuan. Keduanya kemudian langsung masuk dan melakukan check-in ke salah satu kamar,” ujarnya.
“Saat pintu terbuka, mereka ditemukan berduaan dalam keadaan hanya mengenakan pakaian sekenanya,” tambah sumber tersebut.
<span;>Oknum kades itu lantas di intograsi mempertanyakan perbuatan mereka. Kejadian itu sempat membuat suasana hotel gaduh sesaat sebelum kemudian diamankan pihak sekuriti hotel.
“Setelah penggerebekan oknum itu nampak buru-buru melarikan diri dan kembali ke hotel tempat acara Bimtek berlangsung, namun si wanita tak ikut bersamanya ditinggal begitu saja,” jelasnya.
Hingga Kamis (20/11), kabar mengenai penggerebekan tersebut menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Lombok Utara. Banyak pihak mempertanyakan etika dan moralitas pejabat publik yang semestinya menjadi teladan bagi warganya.
Kepala DP2KBPMD Lombok Utara, Atmaja Gumbara, yang dikonfirmasi terpisah hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons terkait insiden tersebut.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara, Budiawan, menyatakan belum bisa memberikan banyak komentar. Ia menyebut persoalan tersebut saat ini sedang ditangani oleh pihak keluarga.
“Sedang dalam proses pembicaraan kedua belah pihak keluarga,” ujarnya singkat. (*)












