MATARAM — Di bawah terik matahari Nusa Tenggara Barat, pemandangan tak biasa tersaji. Bukan sirene atau mobil taktis yang mendominasi jalanan, melainkan bendera Merah Putih yang berkibar gagah di tangan para anggota Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTB. Mereka, yang biasanya bersiaga dalam tugas berat menjaga keamanan, kini hadir sebagai pembawa semangat, mengelorakan jiwa patriotisme dari Kota Mataram hingga ujung timur Kota Bima.
Aksi ini adalah jawaban atas perintah Dansat Brimob Polda NTB, Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho, S.I.K., M.Han, yang meyakini bahwa semangat kemerdekaan harus terus menyala di hati setiap warga. “Ini adalah wujud kecintaan kami, Brimob NTB, dan juga masyarakat terhadap negara,” tegas Kombes Dwi. Lebih dari sekadar membagikan kain merah putih, ini adalah sebuah pernyataan. Sebuah pengingat bahwa di balik kesibukan sehari-hari, semangat persatuan dan kebanggaan nasional tak boleh pudar.
Kompol G.B Eka P.S.H.,M.I.Kom selaku Danden Gegana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas. “Kami diperintahkan untuk menumbuhkan jiwa patriotisme, dan cara terbaik adalah dengan turun langsung ke masyarakat. Melihat senyum di wajah mereka saat menerima bendera ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya. “Bendera ini bukan hanya simbol, tapi juga pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari bangsa yang besar ini, yang harus kita jaga bersama.”
Para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, awalnya terkejut, kemudian menyambut uluran tangan para anggota Gegana dengan senyum haru. Bendera-bendera itu terpasang di sisi Kanan Motor dan Mobil yang mereka kendarai, bukan hanya sebagai barang gratis, melainkan sebagai tongkat estafet kebanggaan dari aparat kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan serentak di berbagai titik vital, seperti Simpang 4 BI Mataram, Simpang 4 Kodim Lombok Tengah, Jalan Hasanuddin, Jalan Kartini, Pom Bensin Sumbawa, Sambinae Kota Bima, dan Lampu Merah Kota Bima, menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan adalah milik semua, dari Sabang sampai Merauke, dari ujung barat hingga ujung timur NTB. Di setiap sudut jalan, di setiap tangan yang menerima bendera, simbol persatuan dan kebanggaan nasional itu kembali menyala, menjadi momentum yang menggetarkan jiwa dan menyatukan hati seluruh warga Nusa Tenggara Barat dalam menyambut 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.












