Daerah  

Ngaji Asyik di Kafe, FSKR Tawarkan Pengalaman Berbeda Tapi Penuh Makna

Gatanews.id|Mataram — Siapa bilang pengajian harus selalu di masjid atau rumah? Forum Silaturrahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) sukses bikin gebrakan dengan menggelar pengajian bulanan mereka di tempat yang tak biasa, sebuah kafe.

Ya, pengajian edisi kali ini digelar di Café Forsa, milik Nursaat Rahmatullah, S.H. — yang juga Ketua DPW Forsa (Fans of Rhoma & Soneta) NTB. Suasana ngaji yang biasanya formal, kali ini terasa lebih santai tapi tetap khidmat. Para penasehat, pengurus, dan anggota FSKR pun hadir meramaikan.

Ketua FSKR, Drs. Junaidi Akhyar membuka acara dengan penuh semangat. Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas nikmat sehat dan waktu luang yang diberikan Allah SWT.

“Kali ini agak berbeda, karena kita ngaji di Café Forsa. Tapi semangatnya tetap sama: memperkuat silaturahmi dan keimanan,” ujarnya sambil tersenyum.

Momentum ini juga menjadi ajang simbolis penyerahan mandat dari Junaidi kepada Penasehat FSKR, H. Muhibbah, menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada Mei 2025.

Puncak acara diisi dengan tausiyah inspiratif dari TGH Ali Maksum. Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau mengingatkan pentingnya taqarrub ilallah (mendekatkan diri pada Allah), apalagi di bulan Dzulhijjah yang istimewa ini.

“Tahun ini adalah haji akbar. Jamaah kita di Tanah Suci sedang diuji dengan cuaca ekstrem hingga 55 derajat,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya zikir, membaca al-Quran, dan menjaga silaturahmi sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan.

Mengutip Imam Syafi’i, TGH Ali Maksum menjabarkan empat cara meningkatkan iman: memperdalam ilmu agama, memperbanyak zikir dan tilawah, bergaul dengan orang shaleh, dan tawakal kepada Allah setelah berikhtiar.

Tak ketinggalan, diskusi ringan juga menghiasi akhir acara. Topiknya? Seputar ibadah kurban — mulai dari hukum, perbedaan antara kurban wajib dan sunnah, hingga etika dalam pembagian daging.

“Jangan sampai kepala sapi jadi upah tukang sembelih, itu tidak sesuai syariat,” tegas.

Acara ini ditutup dengan penuh kesan. Dipandu dengan apik oleh Agus Mulyadi, M.M. dari Divisi Dakwah FSKR, kegiatan ini tak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tapi juga menyegarkan jiwa dan menambah wawasan keislaman.

Ngaji di kafe? Kenapa tidak! Yang penting isi dan niatnya tetap lurus. FSKR sudah membuktikannya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *