Gatanews.id, Mataram | Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polda NTB.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengimbangi Operasi Puri Agung 2024 yang dilakukan Polda Bali dalam rangka
penyelanggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Word Water Forum (WWF).
Hal tersebut disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Umar Faroq usai menghadiri acara Dharma Santi IKBH Polda NTB di Gedung Sasana Darma, Selasa (14/05/2024).
“Untuk memastikan kesiapan kita di Polda NTB, Kabaharkam Polri telah melakukan pengecekan pada sejumlah lokasi pengamanan yang diprioritaskan, khususnya di kawasan yang ada di pelabuhan,” jelasnya.
Jenderal Bintang Dua itu menjelaskan bahwa KRYD baik berupa patroli laut dan darat yang dilakukan Polda NTB dan seluruh Polres jajaran tujuannya untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang dapat mempengaruhi kelancaran dari kegiatan Internasional yang ada di Bali tersebut.
Lanjutnya, Polda NTB melakukan sejumlah patroli melalui KRYD untuk mendeteksi gangguan keamanan yang mungkin saja terjadi di wilayah Polda NTB tetapi dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan WWF di Bali mengingat NTB berada bersebrangan dengan Bali.
“Sebagai daerah penyangga, NTB tentu akan melakukan berbagai upaya atau langkah-langkah guna memastikan kondusifitas Kamtibmas,” katanya.
“Patroli laut tentu kita akan masifkan kegiatannya mengingat salah satu muara masuk ke wilayah Bali juga melalui Laut,” lanjutnya.
Dikatakan Umar Faroq, NTB sebagai tetangga harus bisa menjaga dan melakukan tindakan hukum bila mana mendeteksi adanya sekelompok orang atau oknum pribadi yang berusaha menerobos lewat jalur laut untuk masuk ke Pulau Bali yang bertujuan mengganggu keberlangsungan WWF.
“Ini menjadi tugas pengamanan yang dilakukan oleh daerah penyangga,” ujarnya. (*)












