Dendam Lima Tahun Lalu, Oknum Perangkat Desa di Lombok Timur Tusuk Warga

Gatanews.id, Lombok Timur | CS (33) seorang oknum perangkat desa di Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur harus berurusan dengan pihak kepolisian.

 

CS dilaporkan melakukan penusukan terhadap juru parkir di Pusuk Sembalun atas nama Rizal (27) warga Dusun Bebante, desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun pada Minggu, 24 Desember 2023.

 

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra saat dikonfirmasi media ini, Senin (25/12/2023) membenarkan kejadian tersebut.

 

“Motif pelaku diduga karena dendam lima tahun lalu,” jelas Made Dharma.

 

Dilanjutnya, menurut pelaku, pada tahun 2017 lalu korban melakukan pengerusakan 2 unit lapak dan 1 spot Poto milik pelaku.

 

Made Dharma mengungkapkan, kejadian terjadi ketika korban sedang mengatur kendaraan milik pengunjung Rest Area Pusuk Sembalun bersama rekannya.

 

Sekitar pukul 11.00 wita, pelaku bersama dua orang rekannya datang dari arah Pesugulan menuju Sembalun.

 

“Korban sempat menyapa pelaku, namun tidak digubris oleh pelaku,” terangnya.

 

Kemudian pelaku yang dendam terhadap korban langsung menyerang dan menganiaya korban dengan parang yang dibawanya dari rumah.

 

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek di bagian kepala dan lengan sebelah kiri serta tidak sadarkan diri.

 

“Melihat korban tak sadarkan diri pelaku langsung kabur dan oleh warga korban dibawa ke Puskesmas Sembalun,” jelas Kasat Reskrim.

 

Selanjutnya sekitar pukul 15.00 wita Tim Reskrim Polres Lombok Timur berhasil mengamankan pelaku yang langsung dibawa ke Polres Lombok Timur.

 

“Untuk sementara pelaku dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutup Kasat Reskrim.

 

Terkait kondisi korban, Kasat Reskrim mengatakan saat ini korban sudah dalam keadaan membaik dan situasi di Sembalun aman.

 

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita berita hoaks yang beredar terkait kejadian tersebut.

 

“Saat ini kondisi disembalum aman terkendali, saya berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan berita hoaks yang beredar,” tutupnya. (gii)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *