Satreskrim Polres Lombok Utara Amankan Terduga Pelaku Pencabulan Anak

  • Bagikan

Gatanews.id, Lombok Utara | Satuan Reserse Krimal (Satreskrim) Polres Lombok Utara mengamankan terduga pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi dalam rentan tahun 2022 hingga 2023.

 

Pelaku merupakan seotang pegawai honorer berinisial MRH alias OPA (35) warga Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

 

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP I Made Sukadana membenarkan penangkapan terhadap seorang pria terduga pelaku pencabulan, Senin (18/09/2023).

 

Menurutnya, kronologis kejadian berawal pada tanggal 13 September 2023 lalu saat korban (sebut saja Melati) dijemput ibunya dari rumah mantan suami di Lombok Utara untuk dibawa ke Mataram.

 

“Korban kemudian diajak ke rumah neneknya di Pulau Sumbawa. Sekitar tanggal 16 September 2023, saat korban dimandikan oleh neneknya korban mengeluh sakit di kemaluannya,” jelas AKP Sukadana.

 

Saat ditanya, korban mengatakan sakit di kemaluannya karena paman OPA. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Pulau Sumbawa untuk diperiksa.

 

“Dari hasil pemeriksaan diduga korban mengalami luka robek pada kemaluannya,”katanya.

 

Karena locus delictinya atau tempat kejadiannya berada di Lombok maka pihak keluarga kembali ke Lombok Utara untuk melaporkan kejadian tersebut.

 

Terduga pelaku MRH alias OPA merupakan paman dari korban dan terduga pelaku melakukan pencabulan dirumah mertuanya dengan cara memasukan jari ke kemaluan korban.

 

“Saat kejadian korban di berikan makanan, terduga pelaku juga mengancam korban untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada siapapun,” ucapnya.

 

Saat ini laporan pencabulan tersebut tengah didalami oleh Satreskrim Polres Lombok Utara.

 

“Mengingat kejadiannya sudah lama antara tahun 2022 hingga 2023, maka kami masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi,” katanya.

 

Untuk pasal yang akan dikenakan terdapat terduga pelaku yakni tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76E dan atau Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76D dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *