Bukti Cinta, Paguyuban Jawa Madura Akan Gelar Festival Lintas Budaya Untuk Zul-Rohmi

  • Bagikan

MATARAM – Dalam rangka purna tugas Gubenur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Paguyuban Jawa Madura Nusa Tenggara Barat (PJM NTB) akan menggelar festival lintas budaya dan bersilaturrrahmi dan mengundang komunitas suku, pemuda dan agama.

“Dalam rangka purna tugas pak Gub & wagub, Paguyuban Jawa Madura (PJM) NTB akan melaksanakan silaturahim akan diundang seluruh komunitas suku dan lintas agama,” jelas Ketua Umum PJM, HMNS Kasdiono, saat ditemui di Mataram, Jumat (15/9).

Pertemuan ini nantinya bakal diisi dengan pentas seni budaya, seperti Tarian Campur Sari dan Tari Nusantara yang menunjukan heterogensinya dan pagelaran Wayang Kulit yang mewakili jawa dan pagelaran Wayang sasak serta kuliner gratis untuk masyarakat yang hadir.

Kata Kasdiono, gelaran ini nantinya akan digelar di Halaman Kantor Bumi Gora Kantor Gubernur NTB pada Senin, 18 September 2023 malam.

“Jadi masyarakat di mohon untuk menikmati acara ini akan diadakan Hari senin jam 19.30 Wita di Lapangan Bumi Gora Halaman Kantor Gubernur,” katanya.

Tujuan gelaran ini sebagai bentuk terima kasih atas kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah yang memimpin NTB selama 5 tahun ini.

“Tujuannya adalah kami sebagai paguyuban jawa madura mewakili perantau jawa ingin menyampaikan terimakasih kepada Gubernur dan Wagub yang sudah memimpin selama 5 Tahun,” katanya.

Menurut Ketua Umum PJM, selama kepemimpinan Zul-Rohmi bisa membuat daerah semakin kondusif dan para perantau marasa nyaman serta aman berada di NTB.

karena kami perantau ini memandang di era kepemimpinan Zul-Rohmi kondusifitas daerah cukup terjaga jadi kami merasa nyaman dalam berusaha,” katanya.

Pihaknya juga berharap, pasangan Zul-Rohmi lanjut memimpin NTB untuk mematangkan program-program sebelumnya.

“Dengan segala prestasi yang ada kami berharap agar Dokter Zul ini dapat kembali memimpin daerah ini, oleh karena itu pagelaran wayang kulit itu, kita mengambil lakon Parikesit Jumenengan yang ada filosofinya bahwa nantinya pergi tapi akan kembali lagi. Harapan kami Dokter Zul dapat kembali lagi,” katanya lagi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *