oleh

Wakil Wali Kota Buka Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Mataram

Mataram, gatanews.id – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Mataram dibentuk sejak tahun 2011, dengan tujuan untuk mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di Kota Mataram, sejalan dengan

hasil penelitian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), bahwa kelembagaan TKPK di daerah berpengaruh positif terhadap penanggulangan kemiskinan.Hal ini dapat dilihat dari penurunan angka kemiskinan yang berbanding lurus dengan keaktifan TKPK daerah, artinya semakin aktif TKPK daerah maka makin semakin signifikan penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.

Hal ini sesuai komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk terus berupaya menurunkan nakga kemiskinan yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram tahun 2021-2026, yaitu pada Misi I, mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas dan berkarakter. Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Mataram, selasa (26/10) yang bertempat di ruang rapat Bappeda Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota menyambut baik kegiatan ini mengingat Program
Penanggulangan Kemiskinan bersifat tematik dan diperlukan untuk menjembatani pelaksanaan
Program lintas OPD dan lintas kementerian sehingga perencanaannya terintegrasi dalam dokumen perencanaan serta terpadu dalam pelaksanaannya.

Banner Iklan Aruna

Komitmen Kota Mataram dalam intervensi penanggulangan kemiskinan sejalan dengan komitmen global dan nasional serta telah diwujudkan dengan diterbitkannya peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2012 tentang penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram dan ditegaskan pada pasal 27 tentang prioritas penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram. Beberapa program prioritas tersebut antara lain yaitu pemenuhan kebutuhan pangan, pengobatan gratis bagi penduduk miskin pada lembaga kesehatan milik pemerintah, pendidikan murah dan terjangkau sampai tingkat sekolah menengah pertama, perwujudan iklim investasi yang kondusif, pendataan sebagai dasar dalam menentukan sasaran program, dan peningkatan penanganan rumah tidak layak huni. Tren angka kemiskinan Kota Mataram terus mengalami penurunan dari 8,92% pada tahun 2019 menjadi 8,47% pada tahun 2020.

Lebih lanjut Mujiburrahman menjelaskan bahwa intervensi penurunan angka kemiskinan juga
merupakan hasil implementasi dari beberapa program ASA HARUM yaitu menyediakan TPQ gratis dan insentif bagi marbot masjid, menguatkan pendidikan setara, menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan meningkatkan kapasitas UMKM. ” Keberdayaan dengan kesejahteraan masyarakat meningkat dengan indikator angka kemiskinan yang ditargetkan turun rata-rata sebesar 0,30% setiap tahun”. ujar Wakil Wali kota Mataram

Di akhir sambutannya, Wakil Walikota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram telah mengalokasikan anggaran kluster penanggulangan kemiskinan sebesar 167,47 miliar lebih pada tahun 2021 melalui APBD Kota Mataram. Selain itu, pengentasan kemiskinan kedepannya dapat didorong melalui gerakan filantropis sehingga penurunan angka kemiskinan di Kota Mataram bisa lebih progresif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.