oleh

Strategi Bebas dari Virus Corona

Mataram, NTB – Gatanews.id, Infeksi virus Corona disebut COVID-19 atau Corona Virus Disease 2019 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus ini.

Selain dari PPKM tersebut, upaya dalam menekan penularan dari virus ini adalah dengan adanya vaksinasi. Hal ini telah dilakukan di banyak negara termasuk Indonesia.
Pihak Kepolisian Republik Indonesia ikut serta dalam mensukseskan vaksinasi yang di gencarkan oleh pemerintah kita termasuk penyediaan vaksinasi oleh pihak POLDA NTB

Sebanyak 40 titik lokasi pelaksanaan Vaksinasi diseluruh Polres jajaran NTB NTB, telah dibuka untuk masyarakat umum dan bersinergi dengan TNI, Polri dan Pemda untuk mengurangi penyebaran virus Corona, khususnya di wiayah NTB.

Banner Iklan Aruna

Dokter I Komang Tresna selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, di sela-sela Dialog Interaktif di RRI Mataram menjelaskan, strategi pemerintah membebaskan masyarakatnya dari penyebaran COVID-19 adalah dengan program Vaksinasi secara menyeluruh, dan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Dalam sehari selama 24 jam tanpa mengenal hari libur, termasuk Sabtu dan Minggu disiapkan sebanyak 6.950 dosis vaksin per hari,”.

Jenis vaksin yang disediakan sebanyak 95% Sinovac, sedangkan jumlah dosis untuk jenis vaksin lainnya terbatas. Kepala RS Bhayangkara menerangkan, bagi penerima vaksin dosis II akan menerima jenis vaksin sesuai jenis vaksin dosis I yang didapat.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan, untuk mendukung Percepatan Vaksinasi Presisi Merdeka pihak TNI, Polri dan Pemda melakukan vaksinasi dengan mengunjungi daerah-daerah wisata, sekolah, kampus dan Rumah Ibadah yang ada di NTB.
Terhitung sampai hari ini, terdapat peningkatan dari jumlah penduduk yang telah divaksin menjadi 20%. Diharapkan sampai akhir tahun dapat menjadi 70% dari total jumlah penduduk di NTB mendapatkan vaksinasi.

Harapan dari pihak POLDA sendiri adalah dengan adanya vaksinasi ini mampu menekan jumlah penyebaran virus COVID-19 yang ada di NTB. Namun diharapkan selain melalui vaksinasi masyarakat di himbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sehigga penekanan jumlah penyebaran COVID-19 ini lebih maksimal, harapnya. (Jes/Tris).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.