oleh

436 Anggota KPK Terpapar Covid-19,10 Orang Meninggal Dunia…ini Penjelasan Ketua KPK..!!!

 

IMG-20210801-WA0057

Jakarta | Pandemi Covid-19 semakin tak terbendung berdampak hampir di seluruh aktivitas masyarakat, termasuk Lembaga Antirasuah KPK pun ikut digerusnya.

Sehingga strategi pemberantasan korupsi melalui upaya Pencegahan, Penindakan, dan Pendidikan Antikorupsi perlu menyesuaikan teknis pelaksanaannya kegiatannya.

Melihat kasus positif Covid-19 yang masih relatif tinggi di seluruh wilayah Indonesia, tak perlu pegawai KPK pun ikut jadi korbannya, kita perlu menyesuaikan kondisi tersebut. Ucap Ketua KPK H. Firli Bahuri kepada awak media, sabtu 31/07.

Banner Iklan Aruna

“KPK mengutamakan keselamatan jiwa insan KPK karena keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi”.

Firli juga menjelaskan bahwa KPK juga mengalami derita karena Sejak awal 2020 sampai dengan tanggal 31 Juli 2021 jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 436 orang dan khusus Kedeputian Penindakan sebanyak 141 orang.

Untuk tahun 2021 sebanyak 169 orang dari Kedeputian Penindakan, 41 orang terpapar covid karena mereka tetap bekerja terpapar covid 19.

Dan selama pandemi Covid 19 sejak tahun 2020, sebanyak 10 orang pegawai KPK meninggal dunia, terakhir penyidik ​​KPK Alm. Kompol Ardian.

Kami terus berjuang melawan dan berupaya menyelamatkan insan KPK dari Covid-19, namun Covid-19 belum bisa teratasi sampai saat ini, tulisnya.

Saat ini pertanggal 30 Juli 2021 masih ada 43 orang yang sedang menjalani isoman dan 3 orang masih dirawat di rumah sakit. Dengan mempertimbangkan kondisi internal juga kondisi, bahwa pemberantasan korupsi eksternal tentunya juga melibatkan eksternal pihak-pihak KPK.

KPK meminimalisasi pegawai pegawai turun langsung ke lapangan. Sehingga, program kegiatan sebagian besar telah beralih ke berani.

Meski dalam beberapa hal tetap perlu dilakukan secara fisik, sehingga pelaksanaannya pun tidak jarang, terang Firli

Pada proses penyelidikan, penyidikan, dan penyelidikan suatu perkara, ada beberapa hal yang dibutuhkan tim KPK turun langsung ke lapangan. Misalnya, untuk menghimpun keterangan dan alat bukti.

Adapun, dalam situasi pandemi dan keterbatasan personel KPK ini, kami memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan, tegas ketua KPK H. Firli Bahuri !

Kami tetap melakukan kesalahan, tantangan, dan putusan yang sebagian telah beralih melalui berani.

Kami juga tetap melakukan upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan melalui case building mengungkap terangnya suatu perkara.

Pada waktunya, KPK akan menyampaikan setiap perkembangannya kepada masyarakat, tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.